ABDURROHMAN bin AUFرضي الله عنه
Saudagar Sholih yang Dermawan
Saudagar Sholih yang Dermawan
Ustadz Abu Faiz Sholahuddin bin Mudasim حفظه الله
NAMA DAN KISAH BELIAU
Beliau adalah salah satu kibar ash-shohabah (pembesar sahabat) dan sahabat
yang diberi kabar gembira dengan surga, serta termasuk sahabat pertama yang
masuk Islam.
Beliau bernama Abu Muhammad Abdurrohman bin Auf bin Abdi Auf bin Abd bin al-Harits
bin Zahroh bin Kilab bin Murroh, Di masa jahiliah beliau dipanggil Abdu Amri
atau Abdul Ka'bah.
Kemudian setelah keislamannya, Rosululloh صلى الله عليه وسلم
mengganti nama beliau menjadi Abdurrohman.
Dan dialah Abdurrohman bin Auf رضي
الله عنه yang akan menorehkan dengan tinta emas sejarah kejayaan Islam di
periode pertama umat ini.
Beliau telah meneguhkan hati dan menjadikan Islam sebagai agama terakhirnya
sebelum Rosululloh صلى الله عليه وسلم berkumpul dengan para sahabatnya di Darul
Arqom tepatnya dua hari setelah sahabat mulianya Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله
عنه mengikrarkan keislamannya.
Hingga beliau pun mendapatkan bagian seperti apa
yang dirasakan oleh sebagian sahabat lemah di awal-awal Islam, bahkan terpaksa
harus berlari menyelamatkan agamanya ke negeri Habasyah sebagaimana
sahabat-sahabatnya pun berlari.
Beliau tetap bersabar di jalan hidayah,
sebagaimana kawan-kawan setianya. Mereka tetap bersabar melintasi rintangan dan
halangan.
Mereka yakin bahwa setiap onak dan duri yang mereka temui tersebut
tidak lain adalah yang menjadi saksi akan ketinggian derajat mereka kelak di
sisi Robbnya.
Dan tatkala Rosululloh صلى الله عليه وسلم telah memberi izin para sahabatnya
untuk berhijrah ke Madinah maka beliau adalah salah satu sahabat yang terdepan
dalam menjalankan kebaikan.
Sesampainya di Madinah Rosululloh صلى الله عليه وسلم
mempersaudarakan antara sahabat Muhajirin dan Anshor, maka Rosululloh صلى الله
عليه وسلم mempersaudarakan Abdurrohman bin Auf رضي الله عنه dengan salah seorang
muslim Anshor, Sa'ad bin Robi' رضي الله عنه.
Sa'ad berkata kepada Abdurrohman, "Wahai
Saudaraku, sesungguhnya aku adalah di antara penduduk Madinah yang terkaya, aku
memiliki dua kebun dan dua istri.
Lihatlah salah satu dari dua kebun itu yang
terbaik hingga akan aku berikan kepadamu dan lihatlah salah satu istriku yang
engkau suka maka aku akan ceraikan ia, lalu engkau bisa menikahinya."
Namun,
Abdurrohman bin Auf menjawab tawaran baik saudaranya, "Tidak, semoga Alloh
memberkahimu, harta, dan juga keluargamu. Tetapi, tunjukkan saja aku dimana
letak pasar kalian."
Lalu ditunjukkan kepada beliau, kemudian beliau bekerja dan
berdagang sehingga dapat mengais rezeki Alloh yang melimpah.
Tidak berselang
lama, Abdurrohman bin Auf telah meminang seorang wanita Anshor lalu menikahinya,
kemudian beliau datang menemui Rosululloh صلى الله عليه وسلم dengan
wangi-wangian khas pengantin.
Maka Rosululloh bertanya keheranan, "Ada apa ini?" Abdurrohman رضي الله عنه menjawab "Aku baru saja menikahi wanita Anshor."
Rasululloh صلى الله عليه وسلم bertanya lagi, "Berapa besar engkau berikan
maharnya?" Ia menjawab, "Seukuran satu nawat1 emas."
Lalu terucaplah dari bibir
Rosululloh صلى الله عليه وسلم sebuah sunnah bagi umat ini di hari yang paling
bahagia, yang sunnah itu akan tetap hingga hari kiamat, "Adakanlah walimah
sekalipun hanya dengan seekor kambing."2
1. Satu nawat sama dengan 5 dirham, yaitu sekitar 15 gram perak murni,
tepatnya 14,875 gram perak murni.
2. Lihat HR. al-Bukhori: 1944.
@ Copyright 1438 H/ 2016 M
Untuk Umat Muslim
Sumber: Majalah Al-Furqon No.115 Ed 12 Th. Ke-10_1432 H
Dasalin dari WWW.IBNUMAJJAH.COM
Lihat Juga;
KEDERMAWANAN BELIAU
Sumber Artikel : IBNUMAJJAH.COM
Saran Saudara tentang untuk meningkatkan halaman ini.
Artikel :
Perum Duta Asri Palem 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ulasan atau tanggapan atas Artikel/Tema diatas,